Minggu, 15 November 2009

Telinga berdenging (Tinnitus )

Tinnitus (Telinga Berdenging)
Telinga berdenging sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala awal yang dapat menyebabkan sejumlah kondisi medis. Seperti berkurangnya atau hilangnya pendengaran karena terjadinya kerusakan pada mata, atau indikasi dari penyakit sistem sirkulasi pada tubuh. Meski tak sampai menganggu penampilan, namun bisa dipastikan menimbulkan ketidaknyamanan serta menghilangkan kosentrasi saat melakukan segala macam aktivitas.

Dalam istilah medis telinga berdenging disebut dengan tinnitus. Berasal dari bahasa latin tinnire, artinya berdenging.

Gejala

1.Penderita mengalami gangguan seolah suara-suara tersebut ditimbulkan dari luar telinga padahal justru sebaliknya. Suara-suara tersebut berasala dari dalam telinga sendiri.
2. Telinga terdengar berisik, seperti berdenging, berdengung, berdenyut, menderum, atau berbunyi
3. Bunyi-bunyian yang terdengar bisa bervariasi mulai pelan sampai memekakkan telinga.
4. Dari hari ke hari pendengaran semakin berkurang hingga akhirnya menghilang sama sekali

Penyebab

Di dalam telinga, ribuan sel-sel pendengaran yang menjaga ‘sinyal listrik’ dan rambut mikroskopik membentuk jumbai pada permukaan dari masing-masing sel-sel pendengaran. Saat kondisi normal, rambut-rambut ini bergerak seirama dengan tekanan dari gelombang suara. Pergerakan ini dipicu sel-sel untuk memutus sinyal listrik melalui jaringan syaraf dari pendengaran. Otak akan menerjemahkan sinyal ini sebagai suara.

Jika rambut-rambut ini mengalami kerusakan, mereka akan bergerak secara random pada keadaan yang konstan. Karena tidak mampu menahan ‘pengisian listrik’, pada sel-sel pendengaran terjadi kebocoran. Sinyal-sinyal listrik ke otak sebagai bunyi yang amat berisik.

Kerusakan sel-sel pendengaran di dalam telinga bisa disebabkan:

1.Usia. Pertambahan usia secara otomatis akan mengurangi kemampuan pendengaran seseorang.
2.Telinga mengalami trauma sehingga terjadi pengikisan kemampuan pendengaran. Itu sebabnya sangat tidak dianjurkan untuk terlalu sering mendengar suara yang terlalu keras dalam periode yang lama.
3. Efek samping penggunaan obat tertentu dalam waktu yang lama. Seperti penggunaan aspirin, obat untuk malaria atau obat kram pada kaki, antibiotik dan obat anti radang. Biasanya bunyi-bunyian yang mengganggu tersebut akan hilang saat konsumsi obat-obatan tersebut dihentikan.
4.Gangguan pada rahang atau terjadinya perubahan pada tulang pada telinga.
5.Terlalu banyak minum minuman beralkohol
6. Bergesernya tulang pada telinga bagian tengah berdampak pada pendengaran.
7. Terjadinya trauma akibat benturan pada kepala atau leher yang berdampak pada telinga bagian dalam.
8.Terjadinya kelebihan cairan telinga (congek) karena menderita infeksi telinga
9. Menderita tekanan darah tinggi.
10. Adanya tumor pada kepala atau leher.

Pencegahan

Selain harus menghindari faktor pencetusnya disarankan untuk menghindaripenyebab stres sebisa mungkin. Sebab stres dapat memperburuk dampak tinnitus.

Pengobatan

Pengobatan tinnitus tergantung pada penyebabnya. Tapi jika dikarenakan faktor usia serta kerusakan permanen dari dalam telinga, maka gangguan ini tak dapat disembuhkan. Namun jika bunyi denging diakibatkan kondisi kesehatan yang lain, dokter akan mengambil langkah untuk mengurangi gangguan tersebut.

source: http://www.conectique.com/tips_solution/health/disease/article.php?article_id=6258

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar